Selasa, 30 September 2014

8 SIFAT BURUK ORANG INDONESIA

1. Malas

Malas adalah penyebab utama kegagalan orang Indonesia . Penyakit ini menyerang hampir setiap usia orang-orang Indonesia . Misalnya malas belajar,bekerja dan lainnya.
2. Korupsi

Korupsi sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia . Jika dikalkulasikan dengan waktu ,maka kasus korupsi di Indonesia terjadi 1.000.000 kali setiap detik . Bayangkan jika dihitung selama 1 tahun. Wauw…. Indonesia mungkin pemecah rekor korupsi dunia sepenjang masa .
3. Takut Hantu

Orang Indonesia 99,9% takut dengan hantu, penyebabnya adalah ajaran orang tua terhadap anak sejak lahir.Penyebab lain mungkin karena siaran televisi Indonesia kebanyakan menampilkan film Horor, yang menggambarkan hantu dengan wajah yang menyeramkan. Ini akan menimbulkan masalah jika disaksikan anak-anak dibawah umur dalam jangka waktu yang lama .
4. Ingkar Janji

Paling gampang orang Indonesia mengucapkan janji . Tetapi faktanya dari 1000 janji yang terucap hanya 300 yang di penuhi lainnya ingkar dengan berbagai alasan, sebagian lagi ingkar tanpa alasan. Anda boleh lihat contohnya wakil rakyat kita yaitu DPR atau Presiden , mereka tidak pernah lupa untuk berjanji tetapi tentu mereka akan lupa untuk
5. Dukun

Orang Indonesia masih percaya 100% tentang keampuhan dukun . Padahal sudah banyak dukun palsu yang ditangkap karena kasus pelecehan seksual terhadap pasien ,mungkin inilah yang disebut DUKUN CABUL , anehnya wong indonesia tetap bodo amat dan masih percaya dukun .
6. Demonstrasi

Orang Indonesia paling suka yang namanya demonstrasi . Kalo dilakukan dengan tertib ga masalah sih… tapi yang terjadi bukan tertib malah kebalikannya ,merusak,membakar,boikot jalan dan lain-lain , bahkan tidak jarang ada yang korban nyawa .
7. Menyalahkan Pemerintah

Apapun yang dilakukan pemerintah selalu salah bagi sebagian besar orang-orang Indonesia .
8. Sinetron

Coba anda jawab sendiri kenapa sinetron Indonesia masuk dalam daftar keburukan orang Indonesia . Alasannya karena akan membuat orang kaya semakin kaya dan orang miskin makin miskin . Ga usah heran dengan jawaban saya karena itu adalah Fakta. Setiap hari Tv Indonesia selalu disuguhi dengan wajah-wajah cantik artis kaya . Tau ga bro… mau jadi artis ternyata harus ada uang juga alias bayar… parah.. , kalo begitu orang miskin walau cantik tak mungkin jadi artis dong bro ?? BENAR SEKALI . Sampai kapanpun orang Miskin akan menjadi makanan orang kaya di negeri ini . Kemudian apa yang dapat kita lihat di sinetron ini ? Jawabanya menangis,memperkosa,selingkuh,penipuan,di rumah sakit,dikantor polisi. Sama sekali tidak ada pelajaran yang bisa kita petik dari Sinetron ini

5 KEBIASAAN YANG MULAI LANGKA DI INDONESIA

Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya!

Berikut 5 Budaya Khas Indonesia yang Mulai Dilupakan:
  
1. Cium Tangan Pada Orang Tua 
Rasanya sih dibilang “salim“, bila di semasa saya hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting loh, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini?

2. Penggunaan tangan kanan
Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan. (kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir).

3. Senyum dan Sapa
Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.

4. Musyawarah
Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri.

Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.

5. Gotong Royong
“Itu bukan urusan gue!“, “emang gue pikiran“, Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.(KUTIPAN)

KAWASAN INDAH TAK TERJAMAH DI SUMATRA BARAT

Sumatera Barat, provinsi yang identik dengan empat kata berakhiran “ang” :PadangMinangJam Gadang dan Rendang, ini sedari dulu merupakan kawasan yang sangat mempesona. Kata Padang, merujuk nama Ibu kota dari provinsi asal lagu Ayam Den Lapeh, sedang kata Minang adalah singkatan dari Minangkabau yang merupakan suku asli sekaligus mayoritas di Sumatera Barat.
Sebuah menara setinggi 26 meter yang terdapat jam berukuran raksasa, layaknya Big Ben di London, merupakan ciri khas dari Jam Gadang, di kota Bukittinggi. Sementara itu, Rendang yang merupakan masakan khas penduduk asal Sumatera Barat, sejak setahun terakhir ini menjadi ramai dibicarakan oleh semua orang di luar negeri. Penyebabnya adalah sebuah survei terpercaya yang menyebabkan Rendang adalah masakan paling populer sejagat, mengalahkan segala jenis masakan di muka bumi ini, termasuk dari Thailand, Jepang, Italia, bahkan China dan Prancis.
Namun, selain empat kata populer dari Sumatera Barat, masih banyak lagi tempat, masakan, maupun kebudayaan dari daerah asal rumah Gadang ini. Untuk menyebut tempat-tempat yang sangat menarik untuk di kunjungi di Sumatera Barat, sangatlah banyak, mulai dari ujung utara di kabupaten Pasaman hingga ujung selatan di kabupaten Pesisir Selatan.
Sejak tinggal di ranah Minang dari selama beberapa tahun, saya sempat beberapa kali menyusuri tempat-tempat menarik dari tahun 2007-2009 lalu. Sayangnya, berhubung lokasi kerja berada di kawasan selatan Sumatera Barat, hingga saya tidak pernah mengunjungi beberapa tempat menarik di kawasan utara, seperti Jam Gadang, Lembah Arau, Danau Maninjau, Kelok Empat-empat, Ngarai Sianok hingga pusat adat Pagaruyung.
Kendati di utara kota Padang lebih populer, bukan berarti di kawasan selatan menjadi kurang terkenal, karena justru lebih banyak tempat yang indah berada di kawasan selatan Sumatera Barat, tepatnya jika merujuk kota Padang sebagai tempat yang berada di tengah-tengah provinsi tersebut. Hanya saja, karena jarak dari bandara Internasional Minang, terlalu jauh dan juga akses yang rumit, disebabkan banyak jalanan berliku lagi sempit dan terjal, membuat kawasan di pesisir selatan itu menjadi seperti kurang terjamah.
Beberapa tempat wisata yang pernah saya sambangi dimulai dari titik 0 km (nol kilometer), yaitu Museum Adityawarman, lalu ke arah barat di kawasan pantai Air Manis yang terdapat monumen prasasti terkenal: Batu Malin Kundang serta di seberangnya ada dua pulau kecil, yang diberi nama oleh penduduk setempat sebagai Pulau Pisang. Di balik kedua tempat tersebut, yaitu bukit Gado-gado, berada suatu pelabuhan yang tersohor sedari dahulu dan juga banyak dijadikan judul lagu, yakni Pelabuhan Teluk Bayur.
Sekitar 45 km ke arah selatan, terdapat sebuah jembatan paling fenomenal di dunia, yaitu Jembatan Akar. Sementara itu, hanya terpaut lima km dari kawasan yang sama, ada sebuah air terjun Bayang Sani yang mempunyai tiga tingkat hingga setinggi 80 meter. Di kota Painan, yang merupakan ibu kota dari kabupaten Pesisir Selatan, mempunyai objek wisata yang tidak kalah indah dan mengagumkan. Pulau Carocok, Jembatan Cinta, Air terjun Timbulun serta Bukit Lengkisau yang dapat melihat pemandangan seluruh kota.
Dengan berbekal sebuah ponsel berkamera yang saat ini telah jadul, namun tetap ciamik untuk mengambil beberapa gambar beresolusi menengah, membuat saya mempunyai arsip untuk bernostalgia menikmati keindahan alam di Sumatera Barat.
*      *      *
1341104425471167587
Teluk Bayur, dengan latar kota Padang
Teluk Bayur, pelabuhan yang telah ada sejak akhir abad ke 19 ini, hingga sekarang masih terlihat eksotis bila dipandang dari kejauhan. Disela-sela memberi makan monyet di kawasan Bukit Lampu, pemandangan Teluk Bayur tetap memikat mata, dengan berseliwernya banyak kapal kecil dan besar yang tiada hentinya pergi dan singgah di salah satu pelabuhan tertua di Indonesia tersebut.
*      *      *
13411045882039244721
Museum Adityawarman
Museum Adityawarman, sebuah museum yang asal namanya adalah sebuah raja bernama Adityawarman, dimana masih keturunan dari kerajaan Majapahit. Nama Adityawarman adalah gelar untuk menghormati adanya hubungan baik dari tanah Jawa di Sumatera. Museum ini sempat mengalami sedikit kerusakan saat gempa meluluhlantakan kota Padang pada 30 September lalu. Beruntung, tidak lama kemudian telah direnovasi dan dilakukan pemugaran untuk mempercantik bangunan di jantung kota Padang.
*      *      *
13411047931414758263
Batu Malin Kundang
Batu bersujud! Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tentang seorang anak yang dikutuk oleh sang Ibu, karena durhaka kepada orang tua. Namun keberadaan batu Malin Kundang beserta beberapa pecahan dan tali-temali dari kapal yang konon terdampar di pantai Air Manis, akibat terkena gelombang pasang ini, masih terlihat nyata. Meskipun kawasan ini kotor dan banyak sampah, tapi pantai Air Manis dengan batu Malin Kundang, merupakan daya tarik untuk dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.
*      *      *
13411046801001874112
Pulau Pisang
Tepat diseberang prasasti batu Malin Kundang, terdapat dua pulau kecil yang bernama Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang Gadang. Untuk menuju Pulau Pisang Ketek (kecil) jika laut surut, pengunjung cukup berjalan saja menyusuri air laut. Namun, bila sedang pasang, terdapat beberapa perahu yang akan mengantarkan hingga ke seberang dan juga Pulau Pisang besar. Menurut beberapa orang yang pernah mengunjunginya, pulaunya unik, selain kecil juga terdapat hamparan pasir yang indah di sekelilingnya.
*      *      *
13411049411126017538
Air terjun Bayang Sani
Air terjun Bayang Sani, salah satu kawasan wisata paling menarik di kawasan Pesisir Selatan adalah air terjun bertingkat tiga yang mencapai ketinggian 80 meter. Hanya saja, jarang diperbolehkan bagi pengunjung untuk mendakinya hingga ke puncak teratas karena curam dan berbahaya. Biasanya pengunjung cukup puas dengan kondisi di puncak pertama yang lumayan terjal, namun begitu indah dengan air yang mengalir ke tepian sungai.
*      *      *
1341105473474565950
Sungai
Jembatan Akar, mungkin ini adalah satu-satunya jembatan yang terbuat dari akar pepohonan. Berbeda dengan jembatan yang ada di seluruh dunia, yang terbuat jika tidak dari kayu, bambu atau besi. Jembatan yang lebarnya hanya satu meter dan panjang dari ujung pohon ke pohon satunya lagi sekitar 20an meter, merupakan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Menurut mitos yang beredar, tautan akar yang melilit hingga menjadi tali-temali yang perlahan membentuk jembatan berusia lebih dari seratus tahun yang lalu.
*      *      *
13411050181462296516
Air terjun Timbulun
Air terjun Timbulun, terletak di timur kota Painan, merupakan objek wisata murah meriah, alias gratis untuk dimasuki. Kecuali bila pengunjung menggunakan sepeda motor yang sukarela membayar parkiran, kepada warga setempat. Tempat ini sangat rindang dan teduh, sehingga banyak didatangi keluarga termasuk anak-anak untuk berekreasi, sekadar melepas kepenatan sehari-hari.
*      *      *
134110559668348769
Pengunjung asyik berfoto bersama
*      *      *
13411057211597232068
Suasana Matahari terbenam dari bukit Lengkisau
Bukit Lengkisau yang tingginya kurang lebih 500 meter ini, berada tepat di sebelah barat kota Painan. Bukt ini kerap digunakan oleh penggiat olahraga paralayang dalam setiap kegiatan yang berlangsung di provinsi Sumatera Barat. Dari puncak bukit, dapat terlihat sekeliling kota Painan dan juga kota Padang yang sekilas dapat terlihat dalam titik kecil, karena berjarak sekitar 75 km. Mendaki Bukit Lengkisau biasanya dilakukan pengunjung saat sore hari sekitar pukul 17 wib, untuk menunggu saat-saat Matahari terbenam yang tampak indah dan berkilau.
*      *      *
13411058262068415590
Kota Painan, Pantai Carocok dan Jembatan Cinta dari kejauhan
Pantai Carocok, salah satu dari beberapa pantai yang mempunyai hamparan pasir putih nan indah di Sumatera Barat, selain pantai Caroline (Bungus) dan pantai Air Manis. Dinamakan sebagai pantai Carocok, karena menurut mitos masyarakat setempat, dahulunya adalah tempat kecocokan bagi para raja dan ratu yang sering singgah di pantai tersebut. Selain itu ada juga jembatan Cinta, yang konon bila sepasang kekasih melewati jembatan tersebut, maka cintanya akan langgeng. Di kedua tempat ini, biasanya ramai dikunjungi jika sore hari, apalagi saat liburan, yang membuat banyak keluarga berduyun-duyun untuk mendatanginya karena lokasi yang stretegis. Berjarak sekitar satu kilometer dari pantai Carocok, terdapat pulau Cingkuok, yang banyak terdapat monyet alam dan juga bulu babi, hewan laut yang akan membuat keram orang yang bersentuhan dengannya.
*      *      *
13411059101884618933
Keindahan bukit Lengkisau pada malah hari

Senin, 29 September 2014

11 makanan khas Batak

Ingin berkunjung ke Sumatera Utara? Kurang Afdoel rasanya apabila tidak mencicipi makanan-makanan ini.. Apa sajakah makanan-makanan itu? Cek this Out….!!
1.Arsik
Arsik adalah salah satu masakan khas kawasan Tapanuli yang populer. Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Ikan mas adalah bahan utama, yang dalam penyiapannya tidak dibuang sisiknya.
Bumbu arsik sangat khas, mengandung beberapa komponen yang khas dari wilayah pegunungan Sumatera Utara, seperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang), selain bumbu khas Nusantara yang umum, seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api kecil hingga agak mengering.
2. Lappet
Lappet adalah kue tradisional Batak. Tak jelas sejak kapan penganan ini mulai “membudaya”. Namun pada acara seremonial adat Batak tertentu, biasanya lappet tetap menjadi hidangan sela dibarengi kopi atau teh.
Lappet terbuat dari : tepung beras, kelapa, gula merah (aren). Namun untuk lappet performanya tak jauh beda dengan lepat pisang. Lapet biasanya dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang. Siborongborong, adalah salah satu kota yang memproduksi lappet dengan rasa yang sangat khas sekali.
3. Lemang
Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat. Cara memakan lemang berbeda dari daerah ke daerah. Ada orang yang senang menikmatinya dengan cara manis (selai, kinca, serikaya) atau dengan cara asin (rendang, telur, dan lauk-pauk lainnya), atau ada juga yang memakannya dengan buah-buahan seperti durian. Salah satu kota yang memproduksi lemang ini adalah daerah Pakkat – Humbang Hasundutan dengan rasa yang sangat enak.
4. Sayur Ubi Daun Tumbuk
Daun ubi sebenernya sayur singkong yang dimasak dengan santan, bedanya dari sayur yg lain, kalau khas batak ini daunnya di tumbuk, terus ada bunga kecombrangnya, teri medan dan semacam tekokak/semacamnya, Makanan khas Sumatera Utara ini menjadi favorit orang batak walaupun resepnya tidak selengkap aslinya… tapi lumayan lah, bagi yg kangen masakan khas ini boleh di coba. Sayur ini akan lebih enak lagi apabila dimakan bersamaan dengan ikan asin dan sambal ulek pedas.. Maknyoss dah, #jadiNgiler.. heheh
5. Mie Gomak
Pernah dengar makanan yang bernama Mie Gomak? Nama yang lucu dengan makanan yang bisa dibilang unik ini memang jarang sekali terdengar di wilayah Jakarta. Tapi bagi masyarakat yang berasal dari Perantauan tanah Batak atau Sumatra Utara pastilah mengetahui makanan ini, karena Mie Gomak adalah makanan khas medan (sumatra utara).
Taukan anda, bahwa mie gomak ini di buat dengan menggunakan mie spaghetti dengan campuran bumbu yang khas sehingga mengeluarkan cita rasa nusantara khususnya bagi masyarakat medan.
Banyak sekali masyarakat sumatra utara atau medan yang menjajakan mie gomak ini sebagai bisnis kulinernya. Karena Mie Gomak dapat dijadikan bisnis yang menjanjikan dengan keuntungan yang sangat memuaskan. Cara penyajiannya mungkin berbeda-beda di tiap daerah di Sumatera Utara. Tetapi kalau yang pernah saya nikmati, mie gomak plus santan cabe-bawang pedas. Dijamin kenyang dan sehat..
6. Roti Ketawa :D :D :D
Roti Ketawa, Bagi masyarakat Sumatera Utara,  Roti ini sudah tidak asing lagi. Bentuk nya yang bulat dan ada belahan di permukaan nya sehingga terlihat seperti sebuah senyuman/ketawa. Mungkin hal ini yang menjadi asal mula roti ini disebut dengan nama ROTI Ketawa. Roti ketawa di beberapa daerah disebut juga dengan Onde onde ketawa.
Roti ini memiliki tekstur yang sedikit keras , dan juga rapuh jika baru saja di produksi/dimasak.
 
Dipermukaan nyaditaburi dengan Wijen. Di pasar, Roti ini bisa kita temukan dalam 2 ukuran yaitu kecil dan besar, namun jika berkunjung ke sumatera utara bentuk aslinya kebanyakan berukuran besar.
Roti ini akan terasa lebih enak apabila tekstur nya masih keras dan rapuh dan akan terasa nikmat jika disajikan bersama secangkir teh hangat. #maknyosssdechh
7. Bubur Sitohap
Bubur sitohap sendiri merupakan makanan khas penduduk Silalahi di pinggir Danau Toba, Sumatera Utara.
Bahan pembuatan bubur ini sama dengan jenis bubur lainnya yaitu beras dan ayam dengan bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri dan andaliman (bumbu khas orang batak).
Bubur jenis ini dinamakan bubur sitohap dikarenakan memakai daun sitohap yang menjadi pembeda dengan bubur lainnya. Daun ini hanya tersedia di hutan liar di kawasan pegunungan Danau Toba dan untuk keperluan memasak yang lebih lama, daun ini dapat diawetkan.
Selain cara memasaknya yang unik (diperlukan waktu 5 jam untuk mengolah bubur ini), cara memakannya juga unik. Bubur Sitohap ini dituangkan ke wadah yang memang khusus untuk tempat bubur.
8. Bika Ambon
Bika ambon adalah sejenis penganan asal Indonesia. Terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan, bika ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, meskipun kini juga tersedia rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, dan cokelat.
Asal-muasal bika ambon tidak diketahui dengan jelas. Walaupun namanya mengandung kata “ambon”, bika ambon justru dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara. Di Medan, Jalan Mojopahit di daerah Medan Petisah merupakan kawasan penjualan bika ambon yang paling terkenal.
9. Kacang Sihobuk
Sumatera Utara selain kaya akan etnis juga kaya jenis makanan. Salah satu makanan khas dari daerah ini adalah kacang sihobuk.
Kacang yang dimasak bersama-sama kulitnya dengan dipanggang ini mudah dijumpai Ketika melakukan perjalanan menuju Danau Toba maupun Sibolga tepatnya ketika melewati Tarutung.
Siapa pun yang pernah melewati daerah tersebut terutama di Silangkitang, pasti menjadi kepantangan tersendiri jika tidak singgah untuk membeli kacang tersebut, baik dicicipi di tempat maupun untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Kacang tersebut memiliki karakter rasa yang kuat, sangat berbeda dengan jenis kacang yang dijual di berbagai swalayan. Rasa khas dan  gurih itu tak lepas dari proses pembuatannya. Kacang pilihan direndam di dalam air beberapa jam, lalau dijemur sejenak, kemudian setelah kering digongseng dengan pasir sehingga suhu panasnya terjaga dan cita rasa kacang tidak berkurang. Setelah digongseng beberapa jam, maka siap untuk dibungkus dan dijajakan di sepanjang jalan.
Kacang sihobuk mempunyai sejarah tersendiri terkait penamaannya. Sihobuk berasal dari nama sebuah kampung yang dilanda bencana sehingga porak-poranda. Untuk mengenangnya, masyarakat memasak kacang yang dinamai kacang sihobuk.
10. Naniura
Nani Ura Batak
NANIURA, ikan khas batak yang tidak dimasak, seperti Sashimi ikan mentah khas Jepang. Bila orang Batak mendengar naniura, maka  yang pernah memakannya  langsung mengeluarkan air liur dengan mata terpejam….tabo nai…enak sekali. Bagaimana tidak,  ikan yang sudah dilumuri bumbu dan asam jungga (asam batak) ditambah andaliman menciptakan rasa manis ikan yang dibumbu asam dan diwarnai rasa pedas andaliman yang meninggalkan rasa ketir  diujung lidah.
11. Saksang
saksang
Masakan khas batak lainnya adalah saksang, hampir sama dengan rica-rica daging dari Manado. Biasanya masakan ini dibuat special untuk acara-acara adat batak, tapi sekarang lapo-lapo khusus masakan batak mudah ditemui.
Okai, tertarik dengan makanan-makanan di atas? Jangan Lupa berkunjung ke daerah Sumatera Utara yah, khususnya daerah Batak..

5 sejarah paling mengerikan di Aceh

Memang sejarah di aceh cukup banyak. tapi inilah sejarah aceh yang paling mengerikan yang pernah terjadi di aceh yang saat ini telah menjadi sejarah.

1. Pembantaian Tanah Gayo, Alas, dan Batak

G.C.E van Daalen
Pembantaian Tanah Gayo, Alas, dan Batak dilakukan oleh KNIL di bawah pimpinan G.C.E. van Daalen pada tahun 1904 selama Perang Aceh. 

Latar belakang dari terjadinya pembantaian ini diawali Pada bulan Desember 1903, pemerintah Tanah Gayo, Alas, dan Batak mengadakan lawatan dinas dari Teluk Aru dan Salahaji ke Kuala Simpang untuk menyelidiki beberapa sengketa yang timbul antara Kejurun Karang, wilayah utama Tamiang, yang berbatasan langsung dengan permukiman Gayo, yang terletak di Krueng Tamiang. 


Meskipun sudah diketahui sebelumnya banyak orang Gayo - terutama dari Gayo Lues, Serbejadi, dan Linge - turun ke Tamiang untuk menjual hasil hutan dan ternaknya dan mereka sendiri perlu membeli barang impor, kunjungan itu benar-benar menunjukkan bahwa kontak penduduk asli dengan pemerintahan Hindia-Belanda jauh lebih besar ketika pegawai Belanda tidak mencatat semua kontak dengan urusan dalam suku-suku independen itu secara sistematis. 


Oleh karena itu diputuskan bahwa pemerintah sipil dan militer memerintahkan penguasa Tanah Gayo dan Alas (yang ke arah merekalah konvoi diarahkan) untuk merancang instruksi untuk komandan pasukan yang disebutkan tadi dari Kuala Simpang; setelah instruksi ini disetujui oleh komandan militer Sumatera Timur, konvoi Tamiang ditarik ke Pedeng untuk mencapai sasaran dalam waktu yang mencukupi untuk mengantisipasi tugas berikutnya.
Overste Van Daalen mengumpulkan semua tetua Gayo-Lues.
Kampung Bambel yang berada di atas Krueng Singkil dijadikan bivak; dari tempat itu, berturut-turut kubu di Likat dan Kute Lengat Baru jatuh pada tanggal 20 dan 24 Juni setelah perlawanan berat. Dalam pertempuran di Likat, pasukan Belanda membantai tanpa pandang bulu, sehingga 432 orang mati terbunuh, di antaranya 220 pria, 124 wanita, dan 88 orang anak-anak. 

Yang luka-luka berat dan ringan sebanyak 51 orang, di antaranya 2 orang pria, 17 orang wanita dan 32 orang anak--anak, yang tertangkap hidup-hidup hanya anak-anak sebanyak 7 orang. Dengan jatuhnya kubu pertahanan tersebut, perlawanan di Krueng Bambel dipatahkan, sementara Kejuron Batu Mbulan - di mana terdapat 2 kubu, Batu Mbulan dan Tanjung yang telah ditinggalkan tepat pada waktunya - tetap tenang dengan pimpinan Berakan, putera Reje Mbulan, tanpa sikap permusuhan apapun. Pada tanggal 29 Juni, tetua Bambel dan Batu Mbulan muncul bersama rombongannya, yang setelah itu ditahan oleh komandan barisan.
 Bacaselengkapnya di WIKIPEDIA

2. Kerkoff Peucut



Kerkoff Peucut . Sumber Wikipedia
Kerkoff Peucut adalah kuburan prajurit Belanda yang tewas dalam Perang Aceh. Kompleks kuburan ini banyak tersebar di wilayah Indonesia. Salah satunya terletak di kota Banda Aceh, dan sekarang menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara (terutama wisatawan asal Belanda).

Sebagaimana diketahui bahwa Kerajaan Aceh dan rakyatnya sangat gigih melawan Belanda yang memerangi Aceh. Rakyat Aceh mempertahankan Negerinya dengan harta dan nyawa. Perlawanan yang cukup lama mengakibatkan banyak korban dikedua belah pihak.

Gerbang Kerkoff Peucut (1890-1910) ( Wikipedia )
Bukti sejarah ini dapat ditemukan di pekuburan Belanda Kerkhoff ini. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia-Belanda. yang kuburannya masih dirawat dengan baik. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut.

Kuburan Kerkhoff Banda Aceh adalah kuburan militer Belanda yang terletak di luar negeri Balanda yang terluas di dunia. Dalam sejarah Belanda, Perang Aceh merupakan perang paling pahit yang melebihi pahitnya pengalaman mereka pada saat Perang Napoleon.
Sebaliknya tidak terhitung banyaknya rakyat Aceh yang tewas dalam mempertahankan setiap jengkal tanah airnya yang tidak diketahui dimana kuburnya.
Di area ini, juga terdapat makam putra Sultan Iskandar Muda, yaitu Amat Popok yang berzina dan dijatuhi hukuman rajam.

3. Invasi Belanda ke Pantai Barat Sumatera (1831)



Serangan Belanda ke Pantai Barat Sumatera.
 Dalam gambar itu tampak Let. Bisschoff.
Sumber : Wikipedia
Invasi Belanda ke Pantai Barat Sumatera dilaksanakan oleh Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger di bawah pimpinan Jan Jacob Roeps dan Andreas Victor Michiels pada tahun 1831. 

Pada tanggal 7 Februari 1831, kapal Friendship milik Amerika Serikat dirompak di Kuala Batee oleh orang-orang Aceh. Tak lama setelahnya, skuner Dolfijn milik Belanda juga dibajak; usaha membawa kembali kapal itu gagal, namun ketakutan akan perselisihan dengan Britania Raya dan pecahnya perang dengan Aceh membuat Belanda tidak mengambil tindakan lanjutan apapun. Akibatnya, orang-orang Aceh menjadi nekat dengan menduduki Barus dan sejumlah pos milik Belanda. Oleh karena itu, diputuskanlah untuk memperluas kekuasaan Belanda di Pantai Barat Sumatera hingga Singkil. Barus, Tapus, dan Singkil sendiri merdeka dari Kesultanan Aceh, meskipun kesultanan mengklaimnya. Karena ketiga daerah tersebut bukan bagian Kesultanan Aceh, Belanda tidak merasa perlu terikat dengan Perjanjian Sumatera.

LetKol. Roeps (komandan di Barus) hanya diperintahkan memimpin serbuan khusus saja. Didorong oleh tekanan penduduk Aceh yang bermusuhan, ia melancarkan sejumlah ekspedisi, yang dengan itulah ia melibas perlawanan bersenjata. Di salah satu pertempuran, ia terluka parah oleh tembakan. Andreas Victor Michiels kini maju dengan 700 prajurit dan anggota salah satu skuadron ke Barus dan banyak orang Aceh di kubu pertahanannya. Let. Bisschoff menaiki tembok pembatas salah satu bangunan itu dan merebut bendera Aceh. Musuh merebutnya kembali dan mendaratkan 11 luka sabet kepadanya. Dengan meninggalkan senjata dan amunisi, musuh berlari ke Tapus dan Singkil, tempat kekuatan utama orang-orang Aceh yang dipimpin oleh Mohammad Arief. Di sini, musuh juga dihalau setelah diberangus senjatanya dan tujuan ekspedisi kecil ini tercapai. Dengan demikian, Singkil masuk Hindia-Belanda.

4. Operasi militer Indonesia di Aceh 2003-2004

Operasi militer Indonesia di Aceh (disebut juga Operasi Terpadu oleh pemerintah Indonesia) adalah operasi yang dilancarkan Indonesia melawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dimulai pada 19 Mei 2003 dan berlangsung kira-kira satu tahun. Operasi ini dilakukan setelah GAM menolak ultimatum dua minggu untuk menerima otonomi khusus untuk Aceh di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Operasi ini merupakan operasi militer terbesar yang dilakukan Indonesia sejak Operasi Seroja (1975), dan pemerintah mengumumkan terjadinya kemajuan yang berarti, dengan ribuan anggota GAM terbunuh, tertangkap, atau menyerahkan diri. Operasi ini berakibat lumpuhnya sebagian besar militer GAM, dan bersama dengan gempa bumi dan tsunami di tahun 2004 menyebabkan berakhirnya konflik 30 tahun di Aceh

Yang bewarna Hijau Adalah Lokasi Aceh Indonesia
Lokasi Operasi Meliter 2003-2004
Tepatnya pada Tanggal 19 Mei 2003 – 13 Mei 2004


                                                                    
                               Pihak yang terlibat
                              Indonesia                                                  Gerakan Aceh Merdeka                                 
            Tentara Nasional Indonesia (TNI)                                     
     Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)

                                                                           Komandan
                       Megawati Soekarnoputri                                                    Hasan Di Tiro 
                          Endriartono Sutarto                                                      Muzakkir Manaf
                                                                           Kekuatan
                                     30.000 tentara                                                                    5.000
                                     12.000 polisi
                          total: 42.000
                                                                       Jumlah korban
                                                 2.000 tewas (kebanyakan warga sipil)


5. Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami 24 Desember 2004


Gempa bumi tektonik berkekuatan 8,5 SR berpusat di Samudra India (2,9 LU dan 95,6 BT di kedalaman 20 km (di laut berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam). Gempa itu disertai gelombang pasang (Tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Thailand.

Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1) mencapai 127.672 orang. Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara. [sumber]