Rabu, 16 Oktober 2013

4 Danau Aneh, Tetapi Nyata, di Indonesia


4 Danau Aneh, Tetapi Nyata, di Indonesia
Image by : Fotosearch
Satu lagi bukti kekayaan alam Indonesia. Kelima danau ini bukan danau biasa dan sulit dicari tandingannya di dunia. Simak ulasan ini dan catat sebagai daftar destinasi wajib kunjung Anda berikutnya.

Danau Pagar Alam
Ini adalah danau berdarah. Bukan, bukan karena ia merupakan tempat dengan catatan criminal, namun karena warna danau yang semerah darah. Danau Pagar Alam terletak di daerah bukit Raja Mandare, kelurahan Candi jaya, Kecamatan Dempo Selatan, Provinsi Bengkulu. Untuk mencapainya, butuh berjalan kaki sekitar dua hari dengan melintasi kawasan hutan Rimbacandi. Danau berwarna merah ini semakin mengherankan karena setelah air diciduk, ternyata warna airnya normal, bening dan jernih.   

Danau Kelimutu
Danau Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur ini ajaib karena warnanya. Ia memiliki tiga warna dominan yaitu merah, biru dan putih. Namun, pada perjalanannya, warna danau kerap berubah-ubah. Pada Desember 2011, warnanya berubah menjadi hijau tosca, hijau kehitaman, dan hijau muda hingga putih. Namun, perubahan kembali terjadi pada Januari lalu, di mana warna danau berubah menjadi cokelat tua.

Danau Kakaban
Danau ini mulanya merupakan air laut yang terperangkap di pulau kakaban, Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Air tersebut kemudian bercampur dengan air tanah dan air hujan sejak sekitar dua juta tahun silam. Selain faktor keunikan sejarah geografis nya, Danau Kakaban menjadi menarik karena merupakan habitat dari empat spesies ubur-ubur yang tidak menyengat. Nah, satu-satunya tempat dengan spesies ubur-ubur serupa di bumi adalah di Palau, Kepulauan Micronesia.

Danau Labuan Cermin
Terletak di Kecamatan Biduk-Biduk, Kalimantan Timur, danau ini memiliki fenomena unik berupa dua jenis air yang tidak bercampur dalam satu danau. Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar, laiknya danau kebanyakan. Namun, ketika Anda menyelam beberapa meter ke bawah, terdapat aliran air asin yang – hebatnya – tidak tercampur dengan lapisan di atas. Secara kasat mata, "pembatas" keduanya terlihat berwarna putih. Konsekuensi dari adanya dua jenis air ini adalah hadirnya organisme dari dua dunia. Ikan air tawar di lapisan atas, ikan laut di bagian bawah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar